Kini aku menyadari betapa berharga nya PERTEMUAN
itu, awal nya aku senang ketika kami diberi libur selama 14 hari aku sangat
bahagia ketika pesan WhatsApp berdering saat dosen ku bilang kita “stay at
home” untuk 14 hari . bahkan teman teman digrup bersorak gembira ketika nada
Libur terucap bahkan ada yang berniat untuk pulang kampung memanfaatkan keadaan
yang sebenar nya akan berakhir pada rindu dititik ini.
dan kini aku pun mulai bosan dengan keadaan ini
untung saja aku tinggal di asrama dikelilingi banyak teman tapi semua teman ku
juga mengeluh dengan keadaan ini ketika mereka juga akan sibuk mengerjakan
Tugas akhir / skripsi dan diantara kami pun tumbuh rasa untuk saling menguatkan
dan menghibur satu sama lain walau kadang bahan candaan kami tak serenyah
keripik.
Dear covid 19 kini kami lelah dihapit rindu yang
semakin menjerit dimana kami saling menjaga dengan menjaga jarak, kami lelah
ketika rindu ini tidak lagi menjadi candu karna social distancing menjadi
penentu agar aku dan dia bersatu. Aku lelah ketika berhari-hari aku dikurung
stay at home kini aku yang terbiasa mengucapkan dengan mulut kepada teman teman
ku selamat pagi harus ku paksakan stay healty di social media ku kepada sanak
saudara dan teman teman ku. Kini aku menyadari bahwa kebersamaan dimeja
kantinlah hal yang paling aku rindukan, kebersamaan ketika kami menunggu jam
mata kuliah.
Kini aku sering scrool di ponsel pintar ku, dimana
kita berbuat onar di kolom komentar seolah diri yang paling benar dan kita mengetik
dengan kata kasar ketika mengkeritik kebijkan pemerintah yang sebenar bukan ahli
nya dibidang kita. Syndrome rasa yang paling besar, kita didunia maya
mengunjingkan orang seakan hidup hanya soal saling serang. berani merkomentari
dibelakang giliran dikomentari balik malah berang. Kita didunia maya sebenarnya
bersembunyi ditengah keramaian pura pura tertawa padahal kesepian kita tidak
sadar sejauh apapun kita berlari kenyataan
tetap menghmpiri.
Berakhir tanpa rencana tanpa mengerti , dan Tanya demi
Tanya kini mulai menghampiri apakah hidup sudah berarti mungkin ini saat nya
untuk berhenti bersikap antipati sampai
lupa berempati dunia ini indah asal kita membuka hati sudahi menyakiti mulailah
mengobati. (fiersa Besari

Tidak ada komentar:
Posting Komentar