Selasa, 02 Juni 2020

Virus Rindu Vs coronavirus disease19




    Kini aku menyadari betapa berharga nya PERTEMUAN itu, awal nya aku senang ketika kami diberi libur selama 14 hari aku sangat bahagia ketika pesan WhatsApp berdering saat dosen ku bilang kita “stay at home” untuk 14 hari . bahkan teman teman digrup bersorak gembira ketika nada Libur terucap bahkan ada yang berniat untuk pulang kampung memanfaatkan keadaan yang sebenar nya akan berakhir pada rindu dititik ini.

dan kini aku pun mulai bosan dengan keadaan ini untung saja aku tinggal di asrama dikelilingi banyak teman tapi semua teman ku juga mengeluh dengan keadaan ini ketika mereka juga akan sibuk mengerjakan Tugas akhir / skripsi dan diantara kami pun tumbuh rasa untuk saling menguatkan dan menghibur satu sama lain walau kadang bahan candaan kami tak serenyah keripik.

Dear covid 19 kini kami lelah dihapit rindu yang semakin menjerit dimana kami saling menjaga dengan menjaga jarak, kami lelah ketika rindu ini tidak lagi menjadi candu karna social distancing menjadi penentu agar aku dan dia bersatu. Aku lelah ketika berhari-hari aku dikurung stay at home kini aku yang terbiasa mengucapkan dengan mulut kepada teman teman ku selamat pagi harus ku paksakan stay healty di social media ku kepada sanak saudara dan teman teman ku. Kini aku menyadari bahwa kebersamaan dimeja kantinlah hal yang paling aku rindukan, kebersamaan ketika kami menunggu jam mata kuliah.

Kini aku sering scrool di ponsel pintar ku, dimana kita berbuat onar di kolom komentar seolah diri yang paling benar dan kita mengetik dengan kata kasar ketika mengkeritik kebijkan pemerintah yang sebenar bukan ahli nya dibidang kita. Syndrome rasa yang paling besar, kita didunia maya mengunjingkan orang seakan hidup hanya soal saling serang.  berani merkomentari dibelakang giliran dikomentari balik malah berang. Kita didunia maya sebenarnya bersembunyi ditengah keramaian pura pura tertawa padahal kesepian kita tidak sadar sejauh apapun kita berlari  kenyataan tetap menghmpiri.

 

Berakhir tanpa rencana tanpa mengerti  , dan Tanya demi Tanya kini mulai menghampiri apakah hidup sudah berarti mungkin ini saat nya untuk berhenti bersikap  antipati sampai lupa berempati dunia ini indah asal kita membuka hati sudahi menyakiti mulailah mengobati. (fiersa Besari




Asrama part. 1

A srama P utri Unkrip J alanan sepi  nampak seperti tak ada penghuni dengan lorong hutan dikelilingi pepohonan, Itulah tempat ku disini be...